Laman

Sabtu, 07 April 2012

Hidrologi Lembah Antar Pegunungan

Inetrmountain Valley Hidrology
Hifrogi Lembah antar Gunung
1 Pengaruh Topografi
Hidrologi Lembah antar pegunungan tidak akan lepas dari bahasan bentuk topografi yang membentuk bentuk lahan tersebut. Terbentuknya lembah diantara pegunungan itu terjadi karena adanya proses eksogen yang menyebabkan adanya elapukan yang cepat pada zona lemah sehingga terbentuk morfologi lembah diantara pegunungan yang ada. Sifat air yang selalu mengalir dari daerah potensi yang tinggi ke daerah potensi yang rendah dapat terbentuk pula pada daerah topografi seperti ini. Topografi bentukan seperti ini dapat kita jumpai pada daerah vulkanisme, atau daerah dataran tinggi dan pegunungan. Dari pengaruh topografi umumnya aliran permukaan bersifat anular dimana mengalir dari daerah pusat atau daerah yang lebih tinggi. Volume air juga sangat bergantung padakondisi air permukaan didaerah yang lebih tinggi dan umumnya aliran utama yang tidak berabang karena belum banyaknya pengaruh kondisi struktur yang ada

2 Volume air permukaan
Volume air permukaan hidrologi lembah antar pegunungan umumnya akan terus mengalirkan air permukaan kedaerah yang lebih rendah dengan penampang lebar sungai yang banyak dipengaruhi oleh arus transportasi oleh material material pegunungan yang terbawa. Volume air merupakan salah satu faktor penting terbentuknya morfologi Intermountain Valley karena media ini adalah salah satu media erosi yang memprecepat terbentuk nya relief lembah akibat adanya pengaruh struktur geologi yang berkembang. Volume air permukaan pada morfologi yang berkembang merupakan pola aliran yang ephermal dimana tidak tergantung dari kondisi musim hujan yang ada karena air permukaan daerah ini akan didistribusikan oleh air permukaan disekitarnya yang menuju ke topografi yang elbih rendah. Volume air juga mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan morfologi sungai seperti bentukan dataran banjir,tanggul alam, endapan gosong, dan point bar. Karena umumnya daerah lembah mempunyai relief yang rendah maka akan banyak ditemukan material pegunungan yang terendapkan pada dasar atau tubuh sungai akibat terbawanya proses transportasi media air permukaan
Pola Pembentukan Aliran Airpermukaan
Pola Pembentukan Aliran Airpermukaan
3 Zona Recharge
Umumnya hidrologi bentukan morfologi seperti ini merupakan morfologi wilayah recharge yang terakumulasi pada daerah lembah dan kemudian dialirkan ke daerah sekitarnya. Akumulasi pada daerah topografi rendah ini  sangat menguntungkan bagi masyarakat disekitar lembah karena adanya akumulasi air daripada daerah pegunungan walaupun sumber utama hidrologi dilembah ini berasal dari pegunungan disekitarnya. Akuifer pada daerah lembah akan lebih mudah ditemukan karena dekatnya
Melihat dari kriteria pembentukan diatas dapat dipastikan bahwa daerah morfologi dengan bentuk morfologi sperti ini mempunyai sistem airtanah yang baik karena didukung oleh potensi sumber air dan litologi batuan yang mempunyao batuan yang mempunyai tingkat tekstur yang bersifat poros sehingga air permukaan yang masuk kedalam bawah permukaan dalam jumlah besar. Sehingga sistem ini dapat merupakan daerah yang mempunyai akuifer yang bagus. Zona ini juga merupakan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang membutuhkan air dalam jumlah yang banyak terutama didalam industri besar atau industri air minum. Agar kondisi hidrologi wilayah ini terus terjaga pengaruh vegetasi juga sangat berperan untuk mempertahankan kemampuan akuifer untuk menyimpan air cukup banyak karena fungsi dari vegetasi selain untuk mengurangu proses gerakan tanah akibat labilnya tanah juga dapat berfungsi sebagai sarana menyimpan air serta menghambat air permukaan untuk mengalir kedaerah yang lebih rendah sehingga dapat mudah terserap kedaerah bawah permukaan.

sumber : http://syawal88.wordpress.com/2010/03/13/hidrologi-lembah-antar-pegunungan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar